Pelatihan Pembuatan Bucket Uang Bersama PKK Desa Panemon Siti Nurul Aini Latifah1, Institut Attanwir Bojonegoro Ummi Inayati2, Institut Attanwir Bojonegoro Siti Nur Chamidah3, Institut Attanwir Bojonegoro Abstrak Bucket merupakan salah satu jenis souvenir yang pada masa ini sangat digandrungi oleh remaja bahkan ibu-ibu sebagai salah satu kado atau hadiah. Adanya softskill yang dimiliki ibu-ibu PKK Panemon merupakan modal untuk mengembangan keterampilan yang bernilai ekonomi melalui pelatiha pembuatan bucket. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan pelatihan kreativitas pembuatan bucket uang bersama PKK desa Panemon kecamatan Sugihwaras kabupaten Bojonegoro. Bentuk pengabdian ini adalah pelatiahan pembuatan bucket uang bersama PKK desa Panemon. Sasaran dari kegiatan ini adalah anggota PKK yang berjumlah 30 orang. Kegiatan pelatihan ini terdiri dari tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Adapun hasil pelatihan ini adalah Meningkatnya pengetahuan dan pemahaman peserta terhadap kegiatan yang memberi alternatif solusi ecara ekonomi dalam mengisi waktu luang. Meningkatnya keterampilan peserta dalam membuat kreativitas Pembuatan Bucket Uang Bersama PKK Desa Panemon Kecamatan Sugihwaras Kabupaten Bojonegoro yang dapat memberikan nilai tambah dalam penghasilan. Kata Kunci: pelatihan, bucket uang, PKK Abstract Buckets are a type of souvenir that is currently very popular with teenagers and even mothers as a gift or present. The soft skills possessed by PKK Panemon women are capital for developing economically valuable skills through bucket making training. The aim of this community dedication activity is to provide creative training in making money buckets with the PKK of Panemon village, Sugihwaras subdistrict, Bojonegoro district. This form of service is training in making money buckets with the Panemon village PKK. The target of this activity is 30 PKK members. This training activity consists of three stages, namely preparation, implementation and evaluation. The results of this training are increased knowledge and understanding of participants regarding activities that provide alternative economic solutions for filling free time. Increased participants' skills in creating creativity in making money buckets with PKK, Panemon Village, Sugihwaras District, Bojonegoro Regency, which provides added value in income. Keywords: training, money bucket, PKK PENDAHULUAN Banyaknya waktu yang tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh Ibu Rumah tangga dalam menunjang perekonomian di lingkungan masyarakat Desa Panemon Kecamatan Sugihwaras menyebabkan ibu rumah tangga hanya dapat bergantung kepada kepala rumah tangga dan banyak menganggur. Sebagai bentuk upaya untuk mengatasi hal tersebut di Desa Panemon Kecamatan Sugihwaras terutama akibat pandemi Covid-19 maka salah satunya harus dimunculkan inovasi pemberdayaan UMKM salah satunya melalui kegiatan pelatihan pembuatan bucket uang. Berdasarkan observasi yang telah dilakukan rata-rata ibu-ibu PKK memiliki keterampilan yang bisa dimanfaatkan dalam aspek pembuatan bucket uang. Bucket merupakan salah satu jenis souvenir yang pada masa ini sangat digandrungi oleh remaja bahkan yang telah berkeluarga sebagai salah satu kado atau hadiah baik di acara-acara ulang tahun, wisuda, pernikahan, anniversary dan lain sebagainya. Fenomena ini dapat dimanfaatkan sebagai peluang ibu rumah tangga untuk memberdayakan skillnya. Pembuatan bucket yang tidak perlu banyak biaya, bahan mudah didapatkan dan berbentuk cantik ini sangat cocok dikerjakan oleh kalangan yang hidup di lingkungan yang terbatas akan bahan yang sulit di dapat seperti kreativitas lainnya. Salah satu model bucket yang sering digunakan adalah model bucket uang kertas dan snack. Pada dasarnya pembuatan buket ini hanya perlu skill utama membuat kerangka luar kertasnya saja. Adapun isi bucket dapat di aplikasikan sesuai selera ketika telah memahami cara membuat kerangka luarnya. Berdasarkan hasil pengabdian yang dilakukan Ariprabowo bahwa kegiatan pelatihan yang dilakukan memberi manfaat dan sumber inspirasi bagi ibu-ibu PKK, serta memiliki tindak lanjut dengan melakukan usaha tersebut secara online agar mampu menambah pendapatan ekonomi. Berdasarkan uraian latar belakang di atas maka yang menjadi rumusan masalah pada kegiatan ini adalah Bagaimana langkah-langkah Pembuatan Bucket Uang Bersama PKK Desa Panemon Kecamatan Sugihwaras Kabupaten Bojonegoro?. Adapun tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan pelatihan kreativitas Pembuatan Bucket Uang Bersama PKK Desa Panemon Kecamatan Sugihwaras Kabupaten Bojonegoro. Kegiatan pengabdian ini memiliki beberapa manfaat memberikan edukasi tentang UMKM yang dapat menjadi alternatif solusi bagi masyarakat terutama ibu rumah tangga dalam mengisi waktu luang menjadi peluang usaha yang menghasilkan. Astuti menyebutkan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menurut Marliati pelatihan pembuatan bucket juga bisa meningkatkan kreativitas dan usaha ekonomi. Selain itu juga bermanfaat untuk pengembangan personal dan kepercayaan diri.4 Kegitan pengabdian ini memiliki relevansi dengan kebutuhan masyarakat khususnya PKK dan warga Desa Panemon Kecamatan Sugihwaras Kabupaten Bojonegoro. Kegiatan ini memberi relevansi pengembangan soft skill bagi anggota PKK dan warga Desa Panemon Kecamatan Sugihwaras Kabupaten Bojonegoro terutama ibu rumah tangga. METODE Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 01 februari 2022 mulai pukul 08.00- 12.00 WIB. Dilakukan secara tatap muka langsung di balai desa Panemon, kecamatan Sugihwaras kabupaten Bojonegoro. Kegiatan ini diikuti kurang lebih 30 ibu-ibu PKK maupun masyarakat desa Panemon. Bentuk pengabdian ini berupa pelatihan yang terdiri dari tiga tahap yaitu: a. Tahap persiapan Sebelum kegiatan dilaksanakan maka dilakukan persiapan-persiapan sebagai berikut: 1. Mengurus segala kebutuhan administratif. 2. Melakukan persiapan bahan dan alat pendukung. 3. Melakukan uji coba materi yang disampaikan. 4. Menentukan waktu pelaksanaan dan lamanya kegiatan. 5. Menentukan dan mempersiapkan materi yang akan disampaikan dalam kegiatan pengabdian masyarakat. b. Tahap Pelaksanaan Kegiatan pengabdian diawali dengan penyampaian materi pokok kegiatan berhubungan dengan pelatihan Pembuatan Bucket Uang Bersama PKK Desa Panemon Kecamatan Sugihwaras Kabupaten Bojonegoro. Kemudian pemateri menyampaikan serta menjelaskan mempraktikkan bersama-sama peserta dan membimbing peserta secara berkelompok. c. Tahap evaluasi Pada tahap ini pemateri malakukan penilaian dan juga tindak lanjut dari pelatihan bucket yang telah dilakukan oleh peserta pelatihan dengan cara mengecek hasil dari masing-masing peserta terkait kerapian, kesesuaian, estetika dan lain-lain. HASIL KEGIATAN Berdasarkan wawancara kepada peserta pelatihan pembuatan bucket mengatakan bahwa mereka sangat senang dengan adanya pelatihan tersebut, karena mereka bisa belajar mengembangkan keterampilan yang dimiliki sekaligus menambah penghasilan dari segi ekonomi dari hasil penjualan bucket. Adapun hasil pengamatan langsung selama kegiatan berlangsung, kegiatan pengabdian pada masyarakat ini memberikan hasil sebagai berikut yaitu: a. Meningkatnya pengetahuan dan pemahaman peserta terhadap kegiatan yang memberi alternatif solusi ecara ekonomi dalam mengisi waktu luang. Hal ini sesuai dengan pendapat Ridwan (2020) bahwa dari kegiatan pengabdian berupa pelatihan pembuatan buket yang telah dilakukan peserta mahir dan mampu berkreasi secara mandiri dengan keterampilan dan bakat yang dimiliki. Sehingga mereka mampu menciptakan inovasi dalam berwirausaha. b. Meningkatnya keterampilan peserta dalam membuat kreativitas Pembuatan Bucket Uang Bersama PKK Desa Panemon Kecamatan Sugihwaras Kabupaten Bojonegoro yang memberikan nilai tambah dalam penghasilan. Pernyataan tersebut selaras dengan hasil penelitian Afar bahwa pelatihan pembuatan bucket mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui keterampilan yang dimiliki. PEMBAHASAN KEGIATAN Pelatihan pembuatan buket ini terdiri dari tiga tahap. Pertama, tahap persiapan terkait apa saja yang perlu dipersiapkan seperti mengurus segala kebutuhan administrasi ke desa panemon. Kemudian, melakukan persiapan bahan dan alat pendukung seperti kertas, lem tembak, kertas pembungkus, pita, kartu ucapan, kardus bekas, kayu lidi dan lain-lain. Selanjutnya, melakukan uji coba materi yang disampaikan. Lalu, menentukan waktu pelaksanaan dan lamanya kegiatan. Terakhir, menentukan dan mempersiapkan materi yang akan disampaikan dalam kegiatan pengabdian masyarakat. Kedua, tahap pelaksanaan. Kegiatan pengabdian diawali dengan penyampaian materi pokok kegiatan berhubungan dengan pelatihan Pembuatan Bucket Uang Bersama PKK Desa Panemon Kecamatan Sugihwaras Kabupaten Bojonegoro. Awalnya narasumber menyampaikan bagaimana merangkai bahan-bahan untuk dijadikan buket uang. Lalu memilih dan meilah bentuk atau model buket yang akan dibuat. Jenis buket tergantung selera, bisa besar atau kecil. Selanjutnya pemateri memberikan pertanyaan terkait materi yang sudah disampaikan, serta memberikan umpan balik kepada peserta. Setelah penyampaian materi pokok selesai, kemudian pemateri mempraktikkan membuat buket bersama-sama peserta dan membimbing peserta secara berkelompok. Ada 6 kelompok pada pelatihan tersebut dengan 6-7 anggota pada masing-masing kelompok. Peserta pelatihan rata-rata sudah memiliki keterampilan merangkai buket yang cukup baik. Hal ini dibuktikan dengan hasil yang terlihat cantik. Pelatihan pembuatan buket ini memberikan kontribusi yang sangat positif bagi ibu-ibu PKK dan masyarakat desa Panemon. Berdasarkan wawancara yang dilakukan sebelum pelatihan ada 12 yang belum bisa merangkai bucket uang, akan tetapi setelah dilakukan pelatihan ini 30 peserta bisa merangkat buket uang dengan baik. Perbandingan keterampilan peserta pelatihan dapat dilihat pada table 1 di bawah ini: Tabel 1. Perbandingan keterampilan peserta pelatihan membuat bucket Keterampilan membuat bucket uang Sebelum Sesudah 12 30 Ketiga, tahap evaluasi. Pada tahap ini pemateri malakukan penilaian dan juga tindak lanjut dari pelatihan bucket yang telah dilakukan oleh peserta pelatihan dengan cara mengecek hasil dari masing-masing peserta terkait kerapian, kesesuaian, estetika dan lain-lain. Selanjutnya, berdasarkan saran dan juga masukan dari peserta pelatihan menyatakan bahwa pelatihan ini dilakukan secara berkala agar kemampuan dan keterampilan yang dimiliki terus bisa berkembang. Saran ini sangat berharga bagi pemateri untuk dijadikan bahan evaluasi pengabdian berikutnya. Gambar 1 Praktik membuat bucket uang bersama ibu PKK Gambar 2 Hasil akhir membuat bucket uang Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di Desa Panemon, Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro, dapat berjalan dengan lancar dan efektif berkat sejumlah faktor pendukung yang saling bersinergi. Salah satu faktor utama adalah dukungan penuh dari pemerintah desa yang memberikan fasilitas, baik berupa izin kegiatan, penyediaan tempat, maupun bantuan koordinasi dengan pihak-pihak terkait. Dukungan ini menciptakan suasana kondusif bagi terselenggaranya pelatihan. Selain itu, peran aktif PKK Desa Panemon menjadi salah satu penopang keberhasilan kegiatan. PKK tidak hanya berperan sebagai fasilitator yang menginformasikan kegiatan kepada anggotanya, tetapi juga turut membantu dalam memobilisasi peserta, menyediakan peralatan pendukung, serta memastikan jalannya kegiatan sesuai dengan rencana. Kehadiran dan partisipasi aktif warga desa, khususnya kelompok ibu-ibu dan remaja putri, semakin memperkuat semangat pelaksanaan program. Mereka menunjukkan minat yang tinggi dan antusiasme luar biasa sejak awal kegiatan hingga selesai. Hal ini terlihat dari keterlibatan mereka dalam sesi diskusi, keberanian mencoba teknik merangkai bunga secara langsung, serta kemauan untuk bertanya dan meminta bimbingan lanjutan dari pemateri. Menurut hasil evaluasi yang disampaikan oleh Makarim selaku pemateri, pelatihan ini memberikan dampak positif yang signifikan terhadap keterampilan peserta. Setelah mengikuti pelatihan pembuatan buket, terlihat adanya peningkatan keterampilan merangkai bunga, baik dari segi estetika, kreativitas, maupun ketepatan teknik. Beberapa peserta bahkan menyampaikan keinginan untuk mengembangkan keterampilan ini menjadi peluang usaha rumahan, sehingga manfaat kegiatan dapat berkelanjutan dan memberikan nilai tambah ekonomi bagi keluarga mereka. Meski demikian, pelaksanaan kegiatan ini tidak lepas dari kendala. Faktor penghambat yang cukup menonjol adalah keterbatasan waktu pelatihan. Durasi yang relatif singkat membuat penyampaian materi tidak dapat diuraikan secara lebih detail, dan beberapa peserta merasa memerlukan sesi lanjutan untuk memperdalam keterampilan. Selain itu, jadwal pelaksanaan yang berdekatan dengan program kerja PKK yang telah terencana sebelumnya menimbulkan potensi tumpang tindih, sehingga sebagian peserta harus membagi fokus dan waktu mereka. Untuk mengatasi kendala tersebut, diperlukan perencanaan yang lebih matang melalui penyusunan jadwal kegiatan jauh hari sebelumnya dengan koordinasi antara pemerintah desa, PKK, dan tokoh masyarakat, sehingga benturan jadwal dapat dihindari dan waktu pelaksanaan diperpanjang demi pembelajaran yang optimal. Sinergi antara pemerintah desa, PKK, dan warga, ditambah antusiasme peserta, menjadi kunci keberhasilan program, dan dengan perbaikan pada aspek perencanaan serta manajemen waktu, kegiatan pengabdian ini berpotensi memberikan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan bagi pemberdayaan keterampilan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat desa. PENUTUP Dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat disimpulkan bahwa kegiatan pelatihan Meningkatnya pengetahuan dan pemahaman peserta terhadap kegiatan yang memberi alternatif solusi ecara ekonomi bagi ibu rumah tangga dalam mengisi waktu luang. Kegiatan pelatihan Meningkatnya keterampilan peserta dalam membuat kreativitas Pembuatan Bucket Uang Bersama PKK Desa Panemon Kecamatan Sugihwaras Kabupaten Bojonegoro yang memberikan nilai tambah dalam penghasilan. DAFTAR PUSTAKA Afar, Amia., Arifuddin, W., & Rahman, A. 2019. Pengolahan Kayu Seppang (Caesalpinia Sappan L.) Di Desa Biru Kecamatan Kahu Kabupaten Bone Sulawesi Selatan. Jurnal Panrita Abdi, 3 (2), 97-104. Ariprabowo, Tri, Et Al. "Membangun Ekonomi Melalui Umkm Bucket Uang Dan Jajan Dengan Potensi Di Era Digital Desa Balonggarut." Dedikasimu: Journal Of Community Service 5.1 (2023): 15-22. Membangun Ekonomi Melalui Umkm Bucket Uang Dan Jajan Dengan Potensi Di Era Digital Desa Balonggarut | Dedikasimu : Journal Of Community Service (Umg.Ac.Id) I.P. Astuti, G. A. Buntoro, And D. Ariyadi, “Pelatihan Pemanfaatan Barang Bekas Untuk Pembuatan Buket Bunga Dan Cara Pemasarannya,” War. Lpm, Vol. 22, No. 1, P. 6, 2019 Marliati, Nolis, Keisya Fiila Fauziah, And Ludwina Dinta Putraga. "Pelatihan Pembuatan Buket Uang Dan Snack Karang Taruna Dukuh Cekelan Untuk Meningkatkan Perekonomian Pasca Pandemi." Prosiding Pendidikan Teknik Boga Busana 17.1 (2022). Ridwan, Muh Ilham, And Andi Muhammad Irfan Taufan Asfar. "Pelatihan Pembuatan Buket Bunga Dan Snack Sebagai Kado Wisuda Di Perpustakaan Bone." Snpkm: Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. 2. 2020. Pelatihan Pembuatan Buket Bunga Dan Snack Sebagai Kado Wisuda Di Perpustakaan Bone | Snpkm: Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat (Unilak.Ac.Id) Sofia, Huda Maris, And Ibnu Muchlis. "Upaya Peningkatan Ketahanan Ekonomi Keluarga Desa Wagir Kidul Dalam Pelatihan Buket." Social Science Academic (2023): 311324.